Categories
Kegiatan Sekolah

Imtaq (Sebagai Kegiatan Penguatan Karakter Dalam Beragama)

Imtaq (Sebagai Kegiatan Penguatan Karakter Dalam Beragama)

Smeka News – Menindaklanjuti surat dari Dinas Kebudayaan dan Pendidikan NTB mengenai kegiatan sekolah selama bulan ramadhan. SMKN 4 Mataram melaksanakan kegiatan penguatan karakter dalam bidang keagamaan dengan mengadakan kegiatan Imtaq pagi dimulai pukul 07.30-08 30. Kegiatan keagamaan dilaksanakan di lapangan SMKN 4 Mataram bagi siswalsiswi muslim dan agama lain menyesuaikan di ruangan imtaq masing-masing.

Adapun beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1. Sholat Dhuha
2. Tadarus Al Qur’an
3. Kultum
4. Muzakarah (Tanya Jawab)

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan mampu menambah kegiatan positif di tengah Ramadhan sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Besar harapan dengan kegiatan ini mampu memperkuat karakter siswa/siswi dalam hal positif, menuju Smeka yang unggul ke depannya.

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp

Excellent, Competitive, Go Global.

Contact Us

© 2022 Smeka Mataram, All Rights Reserved

Categories
Kegiatan Sekolah

PALASKAT Berbagi

PALASKAT "Berbagi"

Palaskat – Assalamu’alaykum wr.wb 🙏

Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh warga SMKN 4 Mataram 🙏
Alhamdulillah Program “PALASKAT Berbagi” tahun ini sudah kami laksanakan dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

  1. Donasi terkumpul sebesar Rp. 1.050.000 telah diberikan ke Yayasan Panti Asuhan Baitul Amin, Pejeruk dalam bentuk uang tunai, bingkisan sembako dan takjil.
  2. Pakaian layak pakai sudah kami distribusikan sebanyak 10 dus kepada Yayasan Baitul Amin, Pejeruk dan akan diberikan kepada anak asuh di yayasan.
  3. Alat tulis berupa Buku dan polpen sudah kami berikan juga kepada Yayasan Baitul Amin.
  4. Buka bersama seluruh anggota PALASKAT bersama Manajemen sekolah dengan menggunakan dana kas organisasi sudah berjalan lancar.

Semoga segala amal yang sudah diberikan mendapat keberkahan dari Allah SWT dan dilimpahkan balasan melebihi yg sudah diberikan 🤲

Wassalamu’alaykum wr.wb 🙏

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp

Menuju pusat pendidikan dan pelatihan pariwisata yang berbudaya kerja dan berakhlak mulia.

Contact Us

© 2022 Smeka Mataram, All Rights Reserved

Categories
Informasi Umum

UNBK SMK di NTB diikuti 2.051 Siswa

UNBK SMK di NTB diikuti 2.051 Siswa

Mataram (ANTARA) – Sebanyak 2.051 siswa SMK di Nusa Tenggara Barat mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di hari pertama, Senin.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB   Muhammad Suruji, Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Mataram Ridha Rosalina, melakukan pemantauan pelaksanaan UNBK tersebut.

Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan agar listrik dan jaringan jangan sampai terganggu. Karenanya, ia meminta pihak penyelenggara mempersiapkan perangkat cadangan untuk mem-back-up jika terjadi kemungkinan terburuk.

“Hal itu untuk menjaga agar konsentrasi siswa jangan sampai terganggu, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu ujian dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Wagub juga mengingatkan bahwa UN sebenarnya juga dalam rangka mempersiapkan mental  para siswa untuk bersaing dan berjuang.

“Jika mental sudah terbangun dalam pendidikan kita, saya yakin mereka akan survive. Jangan lembek jadi anak NTB, harus kuat, harus tahan banting, harus mau bekerja keras,” terangnya.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Aidi Furqon menjelaskan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK se-NTB sebanyak 2.051 siswa.

“Data saat ini masih diikuti 100 persen, karena sampai dengan pelaksanaan ujian, belum ada data siswa yang berhalangan atau tidak mengikuti ujian,” ucapnya.

Untuk mengatasi masalah teknis seperti listrik padam, ia mengatakan sekolah telah menyiapkan genset agar tidak terjadi gangguan dalam pelaksanaan UNBK.

Sedangkan untuk mengatasi masalah IT seperti jaringan dan kerusakan komputer, sekolah juga telah menyediakan komputer cadangan untuk mengganti komputer yang rusak.

“Khusus untuk siswa yang berada di lokasi terdampak gempa, pemerintah memberikan keringanan dengan mengurangi tingkat kesulitan soal ujian,” katanya. 

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp

Menuju pusat pendidikan dan pelatihan pariwisata yang berbudaya kerja dan berakhlak mulia.

Contact Us

© 2022 Smeka Mataram, All Rights Reserved

Categories
Informasi Umum

SMKN 4 Mataram Produksi APD, Gubernur NTB: Alhamdulillah

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, sangat bangga dengan hasil karya Siswa SMKN 4 Mataram. Ini karena mereka bisa memproduksi alat pelindung diri (APD) untuk menghadapi wabah virus corona (Covid-19).

“Alhamdulillah, anak-anak SMK kita memang luar biasa,” kata Zulkieflimansyah, saat menerima APD hasil karya anak SMKN 4 Mataram, yang diserahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, di Kantor Dikbud NTB, Rabu (22/4).

Dia menambahkan, APD sumbangan dari SMKN 4 Mataram ini, akan diserahkan kepada para tenaga medis yang berjuang tanpa kenal lelah di garda terdepan. Itu dalam penangnanan wabah Virus Corona di NTB.

Sebagi informasi, selain penyerahan APD, dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan 2.000 Masker kapada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB. Selain itu, juga dilakukan penyerahan 1.165 pake Sembako secara simbolis kepada cleaning service, satpam, tukang kebun sekolah, penjaga sekolah dan masyarakat sekitar kantor DIKBUD NTB. Selanjutnya, paket bantuan sembako itu nantinya akan di distribusikan melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di masing-masing Kabupaten/Kota se NTB. (red)

Sumber : https://suluhntb.com/

Categories
Informasi Umum

Optimalkan Kompetensi Siswa, SMKN 4 Mataram Sinkronkan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Mataram (Inside Lombok) – Sebagai upaya optimalisasi kompetensi siswa dan alumni sekolah kejuruan untuk bisa disesuaikan dengan kebutuhan IDUKA (Industri dan Dunia Kerja), SMKN 4  Mataram gelar workshop sinkronisasi penguatan kurikulum. Dengan menggandeng ICA (Indonesian Chef Association) NTB dan Akademisi Pariwisata, dalam hal ini STP Mataram dan pengurus IHKA (Indonesia Housekeepers Association) NTB.

“Kegiatan kita ini tujuannya untuk menyamakan IDUKA dengan kurikulum kita, jangan sampai nanti apa yang diajarkan tidak sesuai dengan kondisi dunia kerja yang sudah jauh berubah” ungkap kepala sekolah SMKN 4 Mataram, Bakiriyanto, saat dikonfirmasi di hotel Puri Saron, Senggigi, Senin (21/12/2020).

Dalam workshop yang digelar di Hotel Puri Saron, Senggigi tersebut melibatkan 30 orang. Dari jurusan yang saat ini dinilai harus tetap berjalan. Yakni tata boga yang diwakilkan oleh guru dan siswa yang kemudian bisa berdiskusi langsung dengan ICA. Kemudian perhotelan bisa berdiskusi langsung dengan STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Mataram dan pengurus IHKA NTB.

“Di situ sudah mereka akan berdiskusi langsung bagaimana yang saat ini terjadi di dunia usaha, kemudian sekolahan yang akan menyesuaikan” imbuhnya.

Di mana saat ini, yang masih dijadikan panduan, lanjutnya, tetap mengacu pada SKKNI (Standar Kompetensi Keahlian Nasional Indonesia). Sementara untuk dunia pariwisata perkembangan sudah cukup pesat. Sehingga harus mengikuti perkembangan dan kemajuan.

Bakir Juga menyebut, bahwa persentase alumni dari setiap lulusan SMKN 4 Mataram yang diserap dunia kerja sudah sekitar 60 persen.

“Sementara yang 20 persen itu lanjut kuliah dan 20 persen lagi itu berwirausaha” tandasnya.

“Jadi ibarat kita membuat makanan, kita pengen tahu selera orang itu apa sekarang? Apa yang diminati orang, itu lah yang akan kita bidik” tuturnya.

Maka melalui upaya sinkronisasi tersebut, akan diupayakan penemuan pola apa yang bisa diadopsi untuk mengupdate kurikulum dan harus diajarkan di sekolah.

“Harapan kita untuk semester selanjutnya, hasil dari sinkronisasi ini kita tindaklanjuti di sekolah. Di silabusnya seperti apa, tambahan apa yang harus masuk, termasuk RPP guru yang mengajar” harapnya.

Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB, H. Aidy Furqan pun mendukung upaya sinkronisasi tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu langkah untuk menyempurnakan roadmap (peta jalan) SMK. Sehingga dalam kurun waktu empat tahun dapat terlihat hasilnya.

“Dan roadmap SMK melalui sinkronisasi ini ndak bisa sendiri, harus melibatkan pihak yang membutuhkan” tandasnya, saat hadir dalam workshop tersebut, Senin (21/12/2020).

Terlebih lagi sejauh ini, dengan banyaknya kritikan mengenai kompetensi alumni SMK yang dinilai tidak sesuai kebutuhan dunia kerja. Lantaran, faktor yang diajarkan belum match (cocok) dengan apa yang dibutuhkan pangsa kerja.

“Dan untuk ini bisa berjalan, tahun depan harus ada pendampingan melalui guru tamu yang berasal dari IDUKA” sebutnya.

Dengan tujuan untuk dapat menguatkan kompetensi baik bagi para guru maupun siswa. Di mana guru tamu itu pun, jelas dia, dibolehkan untuk memberikan penilaian terhadap kompetensi siswa. Tetapi penilaian akhir tetap menjadi kewenangan guru mata pelajaran.

“Lebih-lebih kalau ada SMK yang tidak punya guru produktif di kompetensi tertentu, itu sangat penting guru tamu” paparnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, sistemnya dapat dijalankan dengan cara sekolah yang akan melakukan MoU dengan IDUKA terkait. Kemudian dalam hal ini kewenangan Dikbud untuk mengeluarkan kebijakannya.

Selain dihadiri oleh Kepala Dikbud Provinsi NTB dan PLT Kasi Kurukulum PSMK Dikbud NTB, narasumber dalam workshop tersbeut juga diisi oleh ketua ICA (Indonesian Chef Assosiation) wilayah NTB, serta Akademisi Pariwisata (STP Mataram dan pengurus IHKA NTB).

Sumber : https://insidelombok.id/